This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 11 Oktober 2016

SASTRA DAERAH DAYAK SUHAID Dayak suhaid merupakan salah satu suku dari ke tiga suku yang berada di kecamatan seberuang, kapuas hulu kalimantan barat. Salah satu suku suhaid adalah suku yang berada di sejiram, dimana pada umumnya masyarakat sejiram menggunakan bahasa dan ritual adat dari suku suhaid. Ritual adat yang sering di lakukan dalam kegiatan tersebut adalah: gawai dayak (Sejiham Ningkaw), nugal benih, mulang janji. Dalam ritual adat suku suhaid ada yang di kenal dengan mulang janji, mulang janji ini merupakan rasa syukur karena kita telah sembuh dari sakit, di sini kita menyiapkan sesajen yang telah di tentukan, sesajen ini sesuai dengan apa yang kita janjikan pada saat memanggil Roh leluhur ( Ningkaw Enggsanggi). Sesajen yang di siapkan tidak boleh kurang, karena kalau sesajen tersebut kurang akan berakibat fatal. Misalnya, kita menjanjikan ayam 3 ekor maka sesajen tersebut harus mengikuti jumlah ayam tersebut. Rasa syukur kita dapat di ungkapkan dengan makan dan minum bersama. Sesajen dan ritual itu dilakukan sebagai rasa syukur atas kesembuhan kita dari sakit. Kita meminta kepada Allah Tala supaya di jauhkan dari penyakit dan marabahaya. Nugal adalah salah satu kebiasaan supaya kita bisa mendapatkan hasil panen yang banyak. Sama hal nya dengan mulang janji nugal juga menggunakan sesajen (Pegelak) untuk meminta kepada Allah tala, supaya semuanya dapat berjalan dengan baik. Gawai dayak (Sejiham Ningkaw) biasanya dilakukan setelah memperoleh hasil panen sebagai ucapan syukur. Gawai dayak ini biasanya dihadiri oleh tiga suku tersebut.menampilkan pameran dari ketiga suku tersebut. SASTRA DAERAH DAYAK SUHAID Dayak suhaid biasa neh bisek yang nama ia mulang enggsanggi. Mulang enggsanggi tok upa kita betehimak kaseh dengan Allah tala kalau kita udah semboh dahi mehedeh kita. Ditok kita bisek mehek makan antu enggsanggi, sesuai janji kita pas waktu ningkaw enggsanggi. Semua pegelak iak sesuai janji upa kita ningkaw. Mintak lindung ia isak kita jaouh dahi padak mehedeh dan celaka yang kak nimpak. Bisa ningkaw uhang isak makan besama dengan kita. Apang Ajis Mencari Rotan Apang Ajis Mencari Rotan Suatu hari, Apang Ajis pergi ke hutan untuk mengambil rotan. “Jih..jih…Blang Melingkat, tuak nda belubang palat….” demikian Apang Ajis memanggil anjing kesayangannya. Anjing berwarna belang-belang dengan setia mengikutinya. Sampai di tengah hutan Apang Ajis langsung menemukan serumpun rotan yang siap dipanen. Saat dia memetik rotan, tiba-tiba dia dikajutkan oleh seekor kancil yang datang tiba-tiba. Rupanya kancil itu ingin memakan buah rotan yang sudah matang. Maklum buah rotan rasanya manis. Melihat itu Apang Ajis mendapat ide. “Baiklah kalau saya memasang jarat di sini. Besok pasti kancil itu terkena jerat saya,” pikirnya. Dan segera dipasangnya beberapa jerat di sekitar rumpun rotan itu. Keesokan harinya Apang Ajis pergi melihat jeratnya. Alangkah girangnya hati apang Ajis melihat seekor kancil terkena jeratnya. Namun hari saat itu masih sangat pagi. apang Ajis masih ingin memetik rotan. Tapi dia berpikir, alangkah baiknya kalau kancil ini cepat dimasak di rumah. Tapi aku harus memetik rotan dulu. Bagaimana caranya ya, agar kancil ini cepat sampai di rumah sehingga nanti ketika aku datang, sudah siap di santap. “Ha..haaa.. ada ide.” Gumam Apang Ajis. “Saya suruh duluan saja kancil ini pulang ke rumah. Sementara saya bisa memetik rotan….” Apang Ajis lalu mengikat tubuh kancil itu dengan sebuah sengkalan (sepotong kayu) bersama seikat daun salam untuk bumbunya. Setelah itu berkatalah ia pada kancil. “Hei..kancil. sekarang kamu duluan pulang. Bilang pada Tantai supaya segera memasak kamu. Agar nanti saya datang ke rumah bisa langsung makan.” Lalu dilepasnya kancil itu. Dan segera kancil itu berlari. “Tidak usah terburu-buru,” kata Apang Ajis. Sekejap mata kancil itu suda hilang dari pandangannya masuk hutan. Hari sudah siang. Apang Ajis sudah sangat lapar. Bergegas ia pulang ke rumah. Tanpa banyak bicara lagi, Apang Ajis langsung makan. Kebetulan hari itu Tantai, isterinya, memasak sayur bayam berah. “Tantai, kenapa kamu hanya masak darahaya saja? Kenapa tidak sekalian dengan dagingya?” Tana Apang Ajis agak kesal. Karena dia hanya melihat sayur berwarna merah, tapi tidak ada daging kancilnya. “Darah apa? Daging apa?” Tanya Tantai tidak mengerti. Terus berceritalah Apang Ajis bahwa dia sudah menyuruh kancil duluan pulang supaya dimasak oleh isterinya. “Kamu ini bodoh, oooo suamiku. Mana ada kancil bisa disuruh pulang ke rumah dan minta disembelih dan di masak. Orang, kalau dapat kancil langsung dipukul kepalanya sampai mati. Baru di bawa pulang.” Sahut Tantai jengkel dan geli melihat kebodohan suaminya. Apang Ajis diam saja, magut-magut. “Piyak dik pagi” gumamnya. Artinya, besok aku akan berbuat seperti itu. Keesokan harinya…..apa yang terjadi ya? Sampai ketemu di Apang Ajis Mencari Rotan II Suatu hari, Apang Ajis pergi ke hutan untuk mengambil rotan. “Jih..jih…Blang Melingkat, tuak nda belubang palat….” demikian Apang Ajis memanggil anjing kesayangannya. Anjing berwarna belang-belang dengan setia mengikutinya. Sampai di tengah hutan Apang Ajis langsung menemukan serumpun rotan yang siap dipanen. Saat dia memetik rotan, tiba-tiba dia dikajutkan oleh seekor kancil yang datang tiba-tiba. Rupanya kancil itu ingin memakan buah rotan yang sudah matang. Maklum buah rotan rasanya manis. Melihat itu Apang Ajis mendapat ide. “Baiklah kalau saya memasang jarat di sini. Besok pasti kancil itu terkena jerat saya,” pikirnya. Dan segera dipasangnya beberapa jerat di sekitar rumpun rotan itu. Keesokan harinya Apang Ajis pergi melihat jeratnya. Alangkah girangnya hati apang Ajis melihat seekor kancil terkena jeratnya. Namun hari saat itu masih sangat pagi. apang Ajis masih ingin memetik rotan. Tapi dia berpikir, alangkah baiknya kalau kancil ini cepat dimasak di rumah. Tapi aku harus memetik rotan dulu. Bagaimana caranya ya, agar kancil ini cepat sampai di rumah sehingga nanti ketika aku datang, sudah siap di santap. “Ha..haaa.. ada ide.” Gumam Apang Ajis. “Saya suruh duluan saja kancil ini pulang ke rumah. Sementara saya bisa memetik rotan….” Apang Ajis lalu mengikat tubuh kancil itu dengan sebuah sengkalan (sepotong kayu) bersama seikat daun salam untuk bumbunya. Setelah itu berkatalah ia pada kancil. “Hei..kancil. sekarang kamu duluan pulang. Bilang pada Tantai supaya segera memasak kamu. Agar nanti saya datang ke rumah bisa langsung makan.” Lalu dilepasnya kancil itu. Dan segera kancil itu berlari. “Tidak usah terburu-buru,” kata Apang Ajis. Sekejap mata kancil itu suda hilang dari pandangannya masuk hutan. Hari sudah siang. Apang Ajis sudah sangat lapar. Bergegas ia pulang ke rumah. Tanpa banyak bicara lagi, Apang Ajis langsung makan. Kebetulan hari itu Tantai, isterinya, memasak sayur bayam berah. “Tantai, kenapa kamu hanya masak darahaya saja? Kenapa tidak sekalian dengan dagingya?” Tana Apang Ajis agak kesal. Karena dia hanya melihat sayur berwarna merah, tapi tidak ada daging kancilnya. “Darah apa? Daging apa?” Tanya Tantai tidak mengerti. Terus berceritalah Apang Ajis bahwa dia sudah menyuruh kancil duluan pulang supaya dimasak oleh isterinya. “Kamu ini bodoh, oooo suamiku. Mana ada kancil bisa disuruh pulang ke rumah dan minta disembelih dan di masak. Orang, kalau dapat kancil langsung dipukul kepalanya sampai mati. Baru di bawa pulang.” Sahut Tantai jengkel dan geli melihat kebodohan suaminya. Apang Ajis diam saja, magut-magut. “Piyak dik pagi” gumamnya. Artinya, besok aku akan berbuat seperti itu. Keesokan harinya…..apa yang terjadi ya? Sampai ketemu di Apang Ajis Mencari Rotan II

Sabtu, 08 Oktober 2016

hai kaban-kaban bala sejiham anang klupa ngupok halaman kami bah......
sejiham